Pages

Peace

When bad things come to you, don't ever hate them.
Hating just spent the rest of the time in vain.
Change them to be an encouragement for you to run farther.
Do not let negative cells poisoning, change it into a positive aura.
Do not regret that you have done, regret if you do not learn from it.
Accept, though it was so hard, then struggle. Respect and make peace.
0

SAMSARA

Mengapa hal ini terjadi padaku? Mengapa harus aku yang mengalaminya?
Tidak, tidak seharusnya ini terjadi padaku!
Aku bukan wanita bodoh, bukan!
Kecerobohan yang membuatku jatuh hingga terperosok.
Dunia menelanku dengan segala keberingasannya.
Lalu aku harus bagaimana?
Tidak mungkin aku kembali.
Aku harus meneruskan langkah ini, walau kecil.
Aku harus menghidupi anakku.
Kini ialah hidup matiku.

Begitulah sekelumit persoalan hidup Labin, salah satu tokoh dalam SAMSARA, sebuah karya seni teater kolaborasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UI 2016.
0

20 Desember

20 Desember 2016

Delapan belas.

Semakin banyak tanggung jawab, beban dan risiko katanya.

Terimakasih atas segala doa dan harapan yang tercurah hari ini.
Semoga mendapat berkah yang indah menemani.
Maaf jika belum menjadi pribadi sempurna seperti bunga dalam gambar ini.
Masih banyak rintangan yang harus dilewati.
Kuncinya hanya "jaga diri baik-baik".
Ya, sederhana memang. Tapi, begitu bermakna jika kau paham mengapa.
"Ulang Tahun merupakan kesempatan baik untuk merenungkan apakah kita telah mencapai apa yang kita rencanakan?"(Desi Anwar,2016)
Momen ini harus selalu dimanfaatkan untuk bicara pada diri sendiri.
Karena hal paling efektif untuk meningkatkan self-awareness adalah dengan self-talk. #masihuas #notetoself
.
Good day, everyone!❤
0

Proyek

Layaknya sebuah proyek, apapun itu,
rumah, gedung, jembatan, atau proyek mrt sekalipun
Ketika masih dalam masa pembangunan, berupa konstruksi-konstruksi yang tak beraturan
Rasanya tak sedap dipandang dan berantakan
Dan jika yg dibangun adalah sebuah proyek besar, butuh banyak tenaga kerja, alat-alat canggih, waktu, serta pengorbanan-pengorbanan lainnya
Tak sedikit yg tak sabar menunggu kemudian menggerutu lantas pergi mencari barang yang sudah jadi
Tapi mungkin itu hanya berlaku untuk orang-orang yang menyukai hal instan dan tak peduli dengan proses
Namun, begitulah adanya
Jika ingin hasil yg sempurna, mesti sabar menunggu dan mau bekerja keras
Tak lagi fondasi yang kuat yang dipikirkan, namun juga segala hal detil yang memperindah bangunan tersebut

Begitu juga diri yang masih sibuk membangun  pertahanan dan bentuk diri
Bentuk diri seperti apa yang diinginkan
Akan bergantung pada seperti apa ia membangunnya
Proses pembangunan juga tak selalu berjalan dengan mulus
tak jarang ia mengalami hambatan, stuck, bahkan hancur berantakan
Sehingga mau tak mau harus memperbaiki atau mengulangnya dari awal
Hambatan-hambatan itu bisa ditemui dari luar maupun dalam diri
Orang-orang yang kita temui, yang sekadar kenal, yang sudah kenal lama, sudah bersama,  pernah bersama, masih bersama, atau segala ego dalam diri yang kadang masih sulit dikendali

Kuncinya hanya bersabar, berdoa, dan terus berusaha
Lagi dan lagi
Jangan pernah putus
Jangan pernah menyerah
Mungkin sekali kau terjatuh dan merasakan sakit yang luar biasa
Konstruksi bangunan yang kau bangun dengan penuh sabar seketika hancur berantakan
Lalu kau hanya bisa melihat sisa-sisa kepingan impian itu
Menangis, marah, kecewa
Seakan kau manusia paling tak beruntung di dunia
Namun dalam kamus diri
Hanya satu kunci yang bisa digunakan ketika terjatuh
Yaitu bangkit lagi
Tak ada pilihan lain
Seberat apapun
Sesulit apapun
Bangkit
Meski harus tertatih dan belajar berjalan lagi
Lalu sembuhi hati dengan rasa percaya
Percaya bahwa hidupmu takkan berhenti disana
Percaya pada harapan-harapan yang kau punya
Percaya ada yang lebih baik di depan sana
Percaya akan kekuatan yang kau punya
3

BlahBlah

Berbicara
Yang disembunyikan selalu akan bermunculan
Berbicaralah sampai kau puas
Setiap katamu yang tidak berarti itu hanya dapat menghibur orang lain, bukan dirimu sendiri
Kau kosong
Hampa
Kau hanya menutupi luka yang kau punya
Kau palsu
Kau berusaha mencari orang yang tepat
Tapi tidak juga kau temui
Karena kau palsu
Pujian dan rayuan itu fana
Sifatnya sementara dan menghancurkan kalau kita terbuai
Lalu kau bisa menghilang begitu cepat
Lenyap hanya dalam satu kedipan mata
You made me feel so special, then you disappeared
Larut dalam kesedihan itu tidak baik
Kau harus bangkit
Face the world
Mengejar segala asa dan cita
Masalahmu bukan penghalang bagimu untuk meraih mimpi
Karena hidup akan berjalan terus
Hidup tidak akan menunggumu
Kalau kamu merasa punya salah, cepet-cepet deh minta maaf sama orangnya. Karena gak ada yang tahu hidupmu sampai kapan.
1

ketikan di hari senin

Kamu itu ada. Aku juga ada. Kita saja yang tak pernah ada. Namun percayalah, kekuatan hati dan pikiran akan menjadikan apapun yang kita ingin bisa terjadi. Anything could happen. If we have a 'will' not just a 'want'. So don't just wait until it comes to you. Do it from now. Prove your time dont find it. Trust me it works *ehjadiiklan :p btw, yg bagian paling depan itu kyknya gak nyambung deh ya sama kalimat lanjutannya. Ah biarkan ini hanya celotehan anak yg baru lulus smp. Itu saja. Titik bukan koma. Tapi hidup ini akan selalu menjadi koma. Sampai akhirnya kita kembali kepadaNya. Maka selagi masih terus koma, isilah setiap koma-komamu itu dengan segala hal yang baik, positif, bermanfaat. Bagi anak-anak remaja seperti saya, waktu sepertinya habis dengan teman-teman dan mungkin pacar. Tapi kita juga harus bisa manage our time to do another activity. Like studying, family time, or another course. Hmmm, rasanya kalo udh sama temen-temen tuh semua yang ada di sekeliling lo gaada hahaa cuma ada lo dan temen-temen lo. We can do anything with our friends like crazy. Membuat sesuatu yang orang lain gak ngerti cuma kita aja yang tahu. Hangout bareng, ngobrol, ngakak bareng, curhat sampe nangis2, sleepover di rumah temen, dan gak kerasa ternyata lo lupa kalo there's someone who miss you so damn much. It's your parents. Mungkin keliatannya mereka kyk ngebebasin lo, ngebolehin lo pergi kmn aja, karena mungkin mereka merasa kita sudah besar dan bisa apa-apa sendiri. Tapi pernah gak sih lo mikirin mereka sedetik aja pas lo lagi sama temen-temen atau pacar? Mungkin lo lebih sering pulang ke rumah dengan wajah galau dan kusut gitu, lalu sekedar salam sm mereka dan langsung pergi ke kamar karena ada masalah sama temen atau pacar. Atau mungkin malem2, abis makan malem lo bukan ngabisin waktu bareng ortu di ruang keluarga, nonton tv  bareng, dan cerita-cerita tentang hari lo, tapi lo langsung ngurung diri di kamar, denger lagu super galau, ngetweet dan liat tl twitter, sambil terus mikirin si dia yang ada di pikiran lo. Kadang, di setiap kata 'hati-hati ya nak' mereka benar-benar mendoakanmu di dalam hatinya. Matanya yang walau sudah mulai berkerut dan tampak lelah, namun selalu meneduhkanmu. Kamu merasa malu jika ibumu menggenggam tanganmu, mencium atau memelukmu di depan umum. Dengan pacar, kamu justru terang-terangan memegang tangannya. Ia sebenarnya rindu membelai rambutmu yang indah, menatap matamu, dan mengajakmu berbicara berdua saja. Ayah yang mungkin tampak tak banyak bicara. Namun di setiap perilakunya, ia sangat khawatir dan berusaha menjaga anaknya sebaik mungkin. Ketika kamu jatuh sakit, Ayah yang mengantarmu ke rumah sakit. Ibu yang selalu ada di sampingmu, memberimu kekuatan. Walau mungkin mulutnya yang tak pernah berhenti berkata. Namun setiap ucapannya akan menjadi panduan untuk hidupmu di depan. Ia tak mau anaknya jatuh ke lubang yang sama. We are growing up but sometimes we forget that our parents are growing old. Luangkan waktu bersama keluarga. Cause family is our home :) thanks for reading. Maaf jika ada yg kurang berkenan.
0

UN

Dear UN...,

Kau bukanlah satu-satunya alat ukur untuk mengetahui siapa kami.. Kecerdasan kami beragam, bukan hanya akademik. Ada olahraga, seni,  dll. "Berhasil" dalam ANGKA bukanlah patokan suksesnya masa depan kami..
Buat apa nilai baik kalau moral atau karakter anak bangsa bobrok. Ketidakjujuran, kemunafikan kami dengar dimana-mana. Terbukti dari banyaknya oknum negarawan yang mengkorup uang rakyat.
Kami anak bangsa rindu teladan yang sederhana, dalam sikap, kata dan cara hidup. We need a good 'Role Model'.
Kami tidak butuh UN. Kalaupun ada kami harap engkau datang dengan lebih ramah dan santun. Yang diselenggarakan oleh sekolah masing-masing. UN sangat tidak adil bagi kami terutama yang tinggal di pulau-pulau tak bernama "blusukan" (pinjem istilahnya Pak Jokowi).
Kalau harus menggunakan alat ukur/standar yang sama yaitu UN, sekali lagi ini tidak adil. Kerja keras kami selama bertahun-tahun sekolah hanya ditentukan dalam 4 hari.
UN.. 
Hadirmu begitu arogan hingga membuat kami tertekan, kaku, bisu! 

Salam.
Laras persembahkan untuk sahabat se Tanah Air. Always be positive, keep spirit, dan ingat kalian semua sangat berharga.. :)
4

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com